Kamis , 24 September 2020
Home / Info / Daerah / Dinsos Kota Tasik Manjakan Kaum Disabilitas

Dinsos Kota Tasik Manjakan Kaum Disabilitas

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya mengklaim bakal memanjakan kaum disabilitas
Rapat Dinsos Kota Tasikmalaya Pembahasan HDI

KOTA TASIK – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya mengklaim bakal memanjakan kaum disabilitas (orang dengan keterbatasan fisik, mental).

Kepala Dinsos (Kadinsos) Kota Tasik, Nana Rosadi mengatakan, peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) jatuh setiap 3 Desember.

“Dan ini kita jadikan momentum untuk memanjakan seluruh penyandang disabilitas,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (4/12).

“Dalam rangka membahagiakan penyandang disabilitas meliputi penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas mental dan penyandang disabilitas sensorik,” sambungnya.

Terang dia, ragam penyandang disabilitas sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yaitu dapat dialami secara tunggal, ganda, atau multi dalam jangka waktu lama yang ditetapkan oleh tenaga medis.

Nana menjabarkan, peringatan HDI ini bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas.

Di Indonesia termasuk di Kota Tasik dengan komitmen pelaksanaan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang sudah terwujud setelah lahirnya UUD Nomot 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Yang di dalamnya ada 24 hak penyandang disabilitas yang telah diatur,” bebernya.

Diantaranya, tambah dia, pelaksanaan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas bertujuan untuk mewujudkan penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan setara.

Lalu, menjamin upaya penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak sebagai martabat yang melekat pada diri penyandang disabilitas.

“Mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, mandiri, serta bermartabat,” tambahnya.

Jelas dia, juga melindungi penyandang disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber: Radar Tasikmalaya

About Admin

Check Also

Perjuangan Nenek Mimi Merawat Cucu Yatim Piatu

Mimi Rukmini (69) menjaga cucunya, Bahrul Ulum (18) yang menderita penyakit hidrocepalus di rumahnya, Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *