Home / Berita / Ramadhan Tenang, Lebaran Nyaman: OJK Tasikmalaya Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan ‘Like’ Postingan

Ramadhan Tenang, Lebaran Nyaman: OJK Tasikmalaya Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan ‘Like’ Postingan

Jumat, 13 Maret 2026

TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris,AKA)  – Menjelang hari raya Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan waspada terhadap berbagai tawaran investasi maupun pekerjaan paruh waktu yang menjanjikan keuntungan instan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Talkshow bertajuk “Ramadhan Tenang, Lebaran Nyaman, Waspada Modus Penipuan Keuangan” yang digelar di Radio Bellasalam 87.6 FM Tasikmalaya, Kamis (12/3/2026).

​Hadir sebagai narasumber, Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa peningkatan transaksi ekonomi di bulan Ramadhan sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.

​”Kebutuhan masyarakat akan dana tambahan untuk hari raya, seperti untuk keperluan rumah tangga atau modal usaha musiman, sering kali menjadi pintu masuk bagi pelaku penipuan investasi bodong,” ujar Nofa dalam acara yang dipandu oleh host Salma Shafaroh tersebut.

Mengenal Tugas 3M OJK

Dalam kesempatan tersebut, Nofa kembali mengedukasi masyarakat mengenai peran OJK sebagai lembaga independen. Ia menekankan tugas utama OJK yang dikenal dengan istilah 3M: Mengatur, Mengawasi, dan Melindungi.

​OJK memiliki wewenang penuh dalam mengawasi industri perbankan, asuransi, pegadaian, hingga pasar modal. Bahkan, berdasarkan UU P2SK Nomor 4 Tahun 2023, cakupan pengawasan OJK kini meluas hingga ke sektor Bursa Karbon, Kripto, dan Koperasi Open Loop.

​”Tugas kami bukan hanya memastikan industri keuangan sehat secara regulasi, tapi yang terpenting adalah melindungi konsumen atau masyarakat yang menjadi nasabah,” tegasnya.

Waspada Modus Pekerjaan Paruh Waktu ‘Hanya Klik Like’

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah maraknya modus penipuan berkedok pekerjaan paruh waktu (freelance). Pelaku biasanya mencatut nama perusahaan besar untuk menarik minat korban melalui tugas-tugas yang terlihat sangat mudah.

​Nofa membeberkan skema penipuan ini secara rinci:

  1. Tugas Ringan: Korban diminta memberikan “Like” pada postingan iklan hotel atau destinasi wisata.
  2. Imbalan Kecil di Awal: Untuk setiap klik, korban dijanjikan Rp1.000 hingga bisa mengumpulkan Rp100.000 dalam seminggu.
  3. Pancingan Kepercayaan: Dana kecil tersebut benar-benar ditransfer ke rekening korban untuk membangun kepercayaan.
  4. Jebakan Deposit: Setelah korban percaya, mereka diminta menyetor sejumlah uang (deposit) dengan dalih menaikkan level member agar mendapatkan penghasilan jutaan rupiah.

​”Modus ini sangat berbahaya karena menyasar psikologi masyarakat yang ingin mendapatkan uang dengan cara santai atau sambil rebahan. Begitu korban menyetor deposit dalam jumlah besar, pelaku biasanya menghilang dan dana tidak bisa ditarik kembali,” jelas Nofa.

Tips Aman Berkeuangan

Menutup talkshow, OJK Tasikmalaya memberikan pesan kepada seluruh warga Priangan Timur agar selalu menerapkan prinsip logis dan legal sebelum bertransaksi keuangan.

​”Jangan mudah tergiur tawaran yang tidak masuk akal. Jika ada tawaran pekerjaan yang meminta uang muka atau deposit di awal, itu patut dicurigai sebagai penipuan. Pastikan Ramadhan kita tenang dan Lebaran kita nyaman tanpa gangguan masalah keuangan,” pungkasnya.

​Masyarakat yang merasa ragu atau menemukan indikasi penipuan dapat menghubungi layanan konsumen OJK untuk memastikan legalitas sebuah lembaga jasa keuangan.​

Check Also

Rayakan Usia ke-35, JNE Kembali Hadirkan Kompetisi Konten Nasional untuk Jurnalis hingga Mahasiswa

Selasa, 10 Maret 2026 JAKARTA, bellasalamfm.com (Aris, AKA) – Sebagai perusahaan logistik Indonesia, JNE terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *