Senin, 16 Maret 2022
BANDUNG, bellasalamfm.com (Ast-Aris,AKA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memfasilitasi kepulangan para perantau melalui program Mudik Gratis 2026 bagi warga asal Jawa Tengah yang tinggal di wilayah Jawa Barat. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya transportasi.
Sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada Senin (16/3/2026). Para peserta mudik diangkut menggunakan 23 unit bus yang dikoordinasikan oleh Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang merantau di luar daerah, khususnya di Jawa Barat.
Menurutnya, program mudik gratis tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus terbebani biaya perjalanan.
“Program ini kami hadirkan untuk memfasilitasi warga Jawa Tengah yang merantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat momen Idulfitri,” ujar Taj Yasin saat melepas keberangkatan peserta mudik.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya selama arus mudik berlangsung.
“Melalui mudik bersama ini, diharapkan penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang sehingga kepadatan lalu lintas dapat ditekan dan keselamatan perjalanan lebih terjaga,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, menjelaskan bahwa armada bus yang digunakan dalam program tersebut berasal dari berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.
Sebanyak 11 bus disediakan oleh Baznas Jawa Tengah, 7 bus berasal dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, 3 bus dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta 2 bus dari Baznas Kabupaten Banjarnegara.
Farhan menuturkan bahwa panitia sangat memperhatikan faktor keselamatan dalam pelaksanaan program mudik tahun ini. Seluruh awak bus, termasuk sopir utama, sopir cadangan, dan kernet, telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urin guna memastikan kondisi mereka benar-benar siap menjalankan perjalanan.
“Seluruh kru kendaraan sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urin sehingga dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk bertugas selama perjalanan,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat, rombongan pemudik juga didampingi oleh dua unit ambulans yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Peserta mudik berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi, Karawang hingga Sumedang. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, pekerja lepas, guru ngaji, karyawan swasta hingga pedagang kecil.
Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada peserta penyandang disabilitas. Dalam rombongan tersebut terdapat dua pemudik difabel. Salah satunya berasal dari Sukoharjo yang difasilitasi berbaring di bagian belakang bus karena kondisi kesehatannya. Sementara satu peserta lainnya yang menuju Klaten merupakan penyandang tunawicara dan autisme yang didampingi keluarganya selama perjalanan.
Setibanya di Jawa Tengah, para pemudik akan mendapatkan berbagai fasilitas tambahan di terminal-terminal tipe B yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi. Di lokasi tersebut tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik yang mengalami kelelahan atau mabuk perjalanan.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses internet gratis agar para pemudik dapat segera menghubungi keluarga setelah tiba di terminal tujuan.
Program mudik gratis ini telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya di wilayah Jawa Barat dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, pengusaha Temanggung Martono Hardjo melalui PT Mitra Manunggal Perkasa, serta Teh Pucuk Harum.
Meskipun lebih dari seribu pemudik telah diberangkatkan tahun ini, minat masyarakat untuk mengikuti program tersebut masih sangat tinggi. Data panitia mencatat sekitar 2.345 orang mendaftar sebagai peserta mudik gratis.
Namun karena keterbatasan armada bus yang tersedia, hanya sekitar setengah dari jumlah pendaftar yang dapat diberangkatkan. Panitia berharap pada pelaksanaan berikutnya jumlah armada dapat ditambah agar semakin banyak perantau yang bisa pulang kampung melalui program mudik gratis ini.