Kamis, 16 April 2026
TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris, AKA) – Pengurus Daerah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PD PRSSNI) Jawa Barat melakukan langkah strategis untuk memperkuat industri penyiaran di wilayah Priangan Timur. Melalui pertemuan silaturahmi yang digelar di RM Nini Anteh, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (15/4/2026), PRSSNI Jabar mendorong transformasi radio menuju ekosistem digital yang terintegrasi.
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 18 pemilik radio atau penentu kebijakan dari wilayah Priangan Timur. Agenda utama mencakup persiapan Administrasi Penyiaran (SPD) serta pembahasan langkah strategis radio dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.
Adaptasi Teknologi adalah Keharusan
Ketua PD PRSSNI Jabar, Joesoef Siregar, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para anggota di wilayah Priangan Timur. Menurutnya, radio saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan siaran terestrial konvensional.
”PRSSNI tidak bisa hanya dengan siaran terestrial saja seperti biasa, harus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujar Joesoef. Ia menambahkan bahwa PRSSNI Jabar memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk membawa teknologi ini kepada seluruh anggota, sebuah keunggulan yang belum tentu dimiliki daerah lain.
Langkah ini juga bertujuan untuk mengembalikan kejayaan radio seperti era 80-an, namun dengan alat yang lebih modern seperti gadget. “Ini suatu langkah untuk menempatkan kembali radio pada posisi era-era 80 yang bisa berinteraktif dengan pendengarnya, namun dengan teknologi dan alat yang berbeda,” tambahnya.

Integrasi Ekosistem Digital
Senada dengan hal tersebut, Suseno Brotokusumo dari bagian Research and Development PD PRSSNI Jabar menekankan bahwa radio dipaksa untuk berada di platform digital guna memenangkan persaingan. PRSSNI Jabar pun telah mengembangkan platform khusus untuk mengintegrasikan seluruh radio anggota se-Jawa Barat.
”PRSSNI Jabar membuat semacam platform yang fungsinya mengintegrasi ekosistem digital radio-radio se-Jawa Barat sehingga bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun,” jelas Suseno.
Salah satu fitur unggulan dari platform ini adalah kemampuan untuk mengukur data pendengar secara akurat melalui aplikasi digital tuner. Data ini mencakup siapa yang mendengarkan, lokasi, hingga durasi mendengarkan yang dapat dipantau setiap 15 menit.
”Radio hari ini bukan hanya didengar, tapi juga terukur. Kita bisa mempertanggungjawabkan data tersebut kepada pengiklan, organisasi, maupun pemerintah,” tegas Suseno.
Mengubah Pola Pikir Pelaku Bisnis
Penutupan acara menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) para pemilik radio. Nostalgia kejayaan masa lalu harus mulai berganti dengan strategi integrasi digital yang kuat agar radio tetap relevan dan memiliki keunikan dibanding platform digital murni lainnya.
”Pelaku bisnis radio harus merubah mindset. Nostalgia tahun 80-an sudah selesai episodenya. Sekarang saatnya bersaing di era digital dengan kekuatan data yang terintegrasi,” pungkas Suseno.