Home / Berita / Sirclo Store Menargetkan 10 Ribu Pelaku UMKM Digital
Sirclo Buka Peluang UMKM Digital

Sirclo Store Menargetkan 10 Ribu Pelaku UMKM Digital

Perusahaan teknologi layanan dagang elektronik, Sirclo, tahun ini menargetkan lebih dari 10.000 UMKM untuk bisa terjaring ke dalam ekosistem mereka. Guna mewujudkan target tersebut, Sirclo akan bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk perbankan. Chief Operating Officer Sirclo Danang Cahyono mengatakan, pada awal tahun 2021 sebanyak 1.000 UMKM telah bergabung menggunakan solusi teknologi dari Sirclo, dan diharapkan sampai dengan akhir tahun ini dapat meningkat hingga 10 kali lipat.

Menurut Danang, saat ini Sirclo sedang melakukan proses kerjasama dengan salah satu bank yang telah memiliki ratusan ribu UMKM binaan. Danang mengidentifikasi, ada tiga hal yang menjadi tantangan bagi UMKM untuk tumbuh, yaitu modal kerja, bahan baku dan akses ke pasar. Untuk itu, Sirclo akan membuka akses pasar dengan menyediakan teknologi yang membuat UMKM semakin memiliki peluang untuk masuk ke banyak pasar.

Sirclo memiliki program #MerdekaJualanOnline dan menyediakan modul penjualan daring, khusus bagi para UMKM dengan paket ‘Starter’ untuk berjualan di website, platform dagang elektronik, maupun melalui Whatsapp yang tanpa biaya alias Rp 0,-. Melalui program tersebut, Sirclo menyediakan Sirclo Store di www.store.sirclo.com

Hubungkan penjualan dan jangkau ribuan pelanggan baru dari aplikasi WhatsApp serta berbagai marketplace e-commerce besar di Indonesia.

Berdasarkan data Sirclo, mayoritas UMKM yang telah menggunakan teknologi toko online Sirclo Store masih di dominasi di daerah metropolitan dan perkotaan, termasuk DKI Jakarta 40,5 persen, Jawa Barat 21 persen, Jawa Timur 7 persen, dan Jawa Tengah 6,5 persen. Hal ini menunjukkan masih banyak potensi pertumbuhan go digital bagi UMKM yang berada di luar kota-kota besar.

Check Also

OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit

OJK Akan Memperpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit yang berakhir pada Maret 2022.